Memanfaatkan Celah Lewat Umpan Silang

Memanfaatkan Celah Lewat Umpan Silang

Mengalahkan Bayern Munich di kandang mereka sendiri, Allianz Arena, bukan hal mudah. Real Madrid berhasil melakukannya, Kamis (13/4/2017) dinihari WIB, memenangi leg pertama perempatfinal Liga Champions UEFA dengan skor 2-1.

Bayern sempat unggul melalui gol sundulan Arturo Vidal dan bahkan memiliki kesempatan untuk unggul dua gol jika sepakan penalti Vidal tidak melambung ke angkasa. Namun di babak kedua, Cristiano Ronaldo berhasil mencetak dua gol meskipun Manuel Neuer berhasil mencatatkan 10 penyelamatan gemilang.

Dua gol Ronaldo ini juga sekaligus mencatatkan sejarah baru baginya: pemain pertama yang berhasil mencetak 100 gol di kompetisi antar kesebelasan UEFA (97 di Liga Champions UEFA, satu gol di kualifikasi Liga Champions, dan dua gol di Piala Super UEFA).

Pertandingan sebenarnya berjalan sesuai prediksi, terutama pada babak pertama. Bayern menguasai permainan, menguasai lini tengah, sementara Madrid menghindari untuk membangun serangan dari tengah — mereka mencoba membuka peluang lewat sayap.

Pada pertandingan ini, Madrid memainkan formasi 4-3-3 dengan satu gelandang bertahan alami (Casemiro). Sementara dua gelandang lainnya, Luka Modric dan Toni Kroos di masing-masing sisi Casemiro, bergantian turun sesuai arah serangan.

Tidak heran, kedua manajer mencoba memanfaatkan celah di pertahanan lawan mereka ini dengan mengirimkan umpan-umpan silang.

Pada pertandingan ini, total terjadi 43 umpan silang. Madrid mencatatkan 21 umpan silang (6 menghasillkan peluang) dan Bayern dengan 22 (7). Ketiga gol juga lahir melalui skema umpan silang, terutama gol pertama Bayern.

Pada gol pertama Bayern yang dicetak oleh Vidal, pemain asal Chile ini terlihat memanfaatkan Nacho Fernandez. Berawal dari sepakan pojok, Nacho tidak mampu menjaga Vidal dengan baik sehingga bola berhasil disundul masuk oleh pemain berambut mohawk ini.

Real Madrid berhasil mencatatkan 23 tembakan di kandang lawan, dengan 12 di antaranya adalah tembakan tepat sasaran (on target). Jika Neuer tidak tampil luar biasa dengan 10 penyelamatannya, mungkin Madrid bisa mencetak banyak gol lagi dinihari tadi.

Gambar 2 – Grafis tembakan Bayern München (kiri) dan Real Madrid (kanan) – Sumber: Squawka

Tidak jauh berbeda dengan Bayern, Madrid juga melakukan hal yang sama, yaitu menyerang melalui umpan silang dan pemanfaatan set piece. Absennya Hummels banyak memengaruhi pertahanan Bayern saat menghadapi dua situasi tersebut.

Ronaldo pada akhirnya berhasil membuat gol di awal babak kedua melalui umpan silang rendah dari Carvajal di sisi kiri pertahanan Bayern.

Setelah pertandingan, Carlo Ancelotti, manajer Bayern berkata, “Detil-detil kecil sangat berpengaruh. Kami gagal mengeksekusi penalti dan mereka mencetak gol di awal babak kedua. Itu mengubah pertandingan,” seperti yang dikutip dari UEFA.com.

Leave a Reply

%d bloggers like this: